Tentang QX
QX bukan sekadar marga edit. Yang di dalam tahu, rasanya keluarga.
Editing punya caranya sendiri, dan di sini orang benar-benar berkembang.
Masuk QX bukan soal seberapa jago sekarang. Yang dilihat dulu orangnya.
Visi
Terus berkembang sampai kualitas editingnya yang bicara, bukan jumlahnya.
Misi
Menaikkan mutu tiap karya, bukan sekadar menyelesaikannya; melihat sifat orangnya lebih dulu, bukan level editnya; lalu mengajari siapa pun yang sifatnya layak, sejauh apa pun dia sekarang.
Kenapa namanya QX?
Waktu itu kami sembilan orang, jadi dicari dua huruf yang jumlahnya sembilan. Q punya empat sudut, X punya lima. Pilihannya banyak - CX, HX, VX - tapi QX yang paling pas.
Kenapa Quality?
Di TikTok banyak yang bisa mengedit. Yang hasilnya bagus, sedikit. Itu yang kami jaga.
Bagaimana QX ada
-
2020 - 2021
Ryan mulai mengedit sambil main game - Free Fire dan yang lain. Lama-lama ketahuan mengedit bukan sekadar iseng; ada yang mau dikejar di situ.
-
2023 - 2024
Ketemu teman-teman yang juga mengedit. Waktu itu sembilan orang, dan dari sembilan itulah namanya dicari.
-
7 April 2025
Dari sekian banyak pilihan, QX yang diputuskan. Namanya lahir, marganya jadi.
Orangnya lebih dulu ada daripada namanya.
Logonya, dari awal
Cincin dan X. Bentuk itu tidak pernah diganti - sampai sekarang masih ini yang dipakai, di jerseynya maupun di alat-alat QX.
Logonya tidak digambar sendiri. QX memesannya ke editor Alight Motion sungguhan, dan animasinya ke animator - totalnya lebih dari Rp500 ribu.